piece of love for my country

fight for indonesia

5 hari sudah perhelatan bulu tangkis Thomas dan Uber cup di gelar di istora senayan. Gemuruh teriakan pendukung squad Indonesia tak henti-hentinya membahana di setiap pemain indonesia berlaga, aku aja yang nonton di Tv mpe deg-degan n sama excitingnya ma yang nonton langsung di istora.Teriak2an penyemangat juga terdengar hampir di setiap kos-kosan yg pada nonton bareng bahkan warung burjo yg biasanya adem anyep ma org makanjadi riuh ma pembeli yg ikutan nonton TV. Yel-yel meneriakkan In-do-ne-sia telah menjadi seruan wajib di setiap indonesia berlaga.

Sadar ataupun tidak sebuah ekspresi cinta untuk negeri ini kembali terasa dari setiap bentuk excitement yg dikeluarkan. Rasa nasionalisme yang seolah terkubur oleh kesibukan memikirkan makanan yang harus disantap besok pagi, atau bagaimana memperoleh BBM yang makin langka, naiknya harga bahan-bahan pokok atau lebih tepatnya kesengsaraan yang dialami bangsa ini, bisa hidup lagi setidaknya lewat teriakan - teriakan menyebut nama In-do-ne-sia… berita-berita di semua statsiun TV nasional hampir g pernah absen dari berita demonstrasi di mana-mana yang intinya menutut akan kehidupan yg lebih baik, namun untuk 5 hari ini berita tersebut sedikit berwarna ceria dengan kabar gembira dari lapangan bulutangkis.

Entah dah brapa lama rasa cinta tanah air ini tenggelam di hati rakyak Indonesia. Konflik internal dalam negeri yang terjadi di hampir semua bidang seolah-olah hanya tanggung jawab pemerintah, dikit-dikit pemerintahlah yang salah (bukan berarti gw bela pemerintah ni). Negara ini bukan hanya milik pemerintah, negara ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi tanggung jawab seluruh rakyatnya. Sungguh sangat memprihatinkan wakil rakyat yang duduk di lembaga legislatif jurstru sibuk bertengkar memperebutkan posisi ketua resmi dari sebuah partai, bukankah masih banyak hal yg perlu dipertengkarakan dalam memperjuangkan nasib rakyat? apakah bapak-bapak itu lebih cinta kepada jabatannya dibanding negaranya?

kembali lagi soal cinta tanah air. Masih seberapa sering kita mendengar lagu kebangsaan dinyanyikan dengan penuh hikmat dan kebanggaan? lagu-lagu kebangsaan yg jadi lagu wajib diketahui oleh murid-murid tk dan sd,sekarang kalah pamor dengan lagu-lagu pop yang dibawakan oleh grup band yang semakin menjamur. Gmana anak- anak negeri ini bisa mencintai negaranya kalo hal-hal kecil yang identik dengan rasa kebangsaan mulai dilupakan. jujur aja saat ini kalo aku disuruh ngapalin pembukaan UUD 45 pasti dah lupa sana sini, jangankan UUD, Pacasila aja sekarang jadi kebalik-balik. Aku yakin banyak orang diluar sana yang sama halnya seperti aku.

Ada apa dengan ibu pertiwi? kebobrokan disana sini terjadi akibat perilaku kita sendiri juga. aku yakin dari sekian banyak org melarat di negeri ini, masih ada org-org kaya yang semakin kaya. aku heran aja, mau nyari duit mpe berapa biar bisa puas, sampe-sampe segala macam cara ditempuh, bahkan harus mencuri di dapur sendiri. Bukankah kekayaan itu tidak kita bawa mati? kalo uang terlalu banyak, pasti bingung mau dipake buat apa, walhasil uang yang berlebih malah digunakan untuk hal sia-sia bahkan untuk kemaksiatan. Siapa yang bikin negara ini bangkrut kalo bukan rakyatnya sendiri? (walah jadi kemana-mana nih gw)..

back to laptop…intinya aku cuma mobilang, mari kita tumbuhkan rasa cinta kepada tanah air yang telah lama terlupakan. Saling menyalahkan tidak akan menyelesaikan masalah, jika semua elemen bisa bertindak bijaksana sesuai kedudukannya masing-masing, aku yakin negara ini bisa bangkit kembali. Memang kuncinya adalah kerja keras dan pengorbanan untuk berbuat jujur (scara skg tuh kejujuran bener2 hal yg sangat sulit dilakukan ).Setidaknya pemain-pemain bulu tangkis kita dah sdikit menyulut nasionalisme dengan berpeluh di lapangan demi berkumandangnya lagu Indonesia raya di bumi Indonesia…

love needs sacrifice even its just a piece of cake

(^_^)

One Response to “piece of love for my country”

  1. nicco Says:

    welcome to another blog world.. ^_^

Leave a Reply