Mia’s Weblog


Apa itu Teknik Kimia ???
October 29, 2008, 11:44 am
Filed under: chemical engineering article | Tags: , , ,

bismillah….

Tadi siang ada kejadian yg membuat pikiranku terbuka tentang sesuatu yg telah kuambil sebagai pilihan hidup yaitu milih kuliah di Teknik Kimia. Dulu dengan pengetahuan minim soal Tekim, aku dengan santainya ngambil Tekim UGM sebagai pilihan pertama SPMB. Salah satu alasan aku ngambil tekim gara2 aku pengen jauh2 dari namanya biologi dan fisika tapi juga g pengen masuk ips, tapi ternyata semua bayanganku soal tekim sangat jauh dari kenyataan. Di Tekim setiap hari kutemukan persoalan2 fisika yang harus kuselesaikan dengan bahasa matematis, biologi yang pengen kuhindari akhirnya malah jadi subyek penelitianku gara2 “terperangkap” dalam dunia bioprocess engineering.

Setiap orang awam nanya soal jurusanku kebanyakan mereka salah mengira dengan Kimia Mipa. Kebanyakan mereka mikirnya besok2 aku bakal jadi analist yg kerja di laboratorium, nguji ini dan itu. Meskipun sebenarnya engineer teknik kimia juga dibekali dengan kemampuan uji kaboratorium yang cukup, namun tetap aja hal itu bidangnya org MIPA yg punya pengetahuan lebih advance. So aku pengen jelasin disini apa si Teknik Kimia itu ???

Teknik kimia (Inggris: chemical engineering) adalah ilmu teknik yang mempelajari pemrosesan bahan mentah menjadi barang yang lebih berguna, dapat berupa barang jadi ataupun barang setengah jadi. Ilmu teknik kimia diaplikasikan terutama dalam perancangan dan pemeliharaan proses-proses kimia, baik dalam skala kecil maupun dalam skala besar seperti pabrik. Insinyur teknik kimia yang pekerjaannya bertanggung jawab terhadap perancangan dan perawatan proses kimia pada skala pabrik dikenal dengan sebutan “insinyur proses” (process engineer). Selain itu, insinyur teknik kimia juga terkait dengan penelitian dan pengembangan proses kimia.(id.wikipedia.org)

Apa sih perbedaan antara Teknik Kimia dan Kimia MIPA????

dari wiki juga nih :

“Perbedaan antara teknik kimia dan kimia dapat diilustrasikan dengan mengambil contoh proses produksi jus jeruk. Seorang ahli kimia akan berusaha untuk meneliti metode-metode ekstraksi jus jeruk. Metode yang paling sederhana yang mungkin ditemukan adalah memotong jeruk menjadi dua bagian dan kemudian memerasnya. Metode yang lebih rumit adalah dengan cara mengupas kulit jeruk dan kemudian menghancurkan jeruk untuk memperoleh jusnya.
Sebuah perusahaan kemudian menginstruksikan seorang insinyur teknik kimia untuk merancang pabrik penghasil jus jeruk dengan kapasitas produksi beberapa ribu ton jus per tahun. Insinyur tersebut akan menganalisis proses-proses produksi yang mungkin dan kemudian mengevaluasi keekonomisan setiap proses yang mungkin. Walaupun metode produksi jus dengan cara memeras sangat sederhana, proses ini tidak ekonomis karena memerlukan ribuan orang untuk mencapai target produksi. Oleh karena itu, metode lain akan dipilih (mungkin metode pengupasan dan penghancuran). Dari contoh ini, dapat dilihat bahwa proses produksi yang paling sederhana dalam skala laboratorium belum tentu merupakan metode paling ekonomis pada suatu pabrik.”

Seorang chemical engineer dalam melaksanakan tugasnya selalu didasarkan pada chemical engineering tools, yang pada dasarnya adalah langkah2 sistematis yang perlu dilakukan dan menjadi bahan pertimbangan dalam menyelesaikan problem2 dalam teknik kimia. Chemical engineering tools terdiri dari:

1. Neraca massa

2.Neraca Energi

3. Kesetimbangan

4. Proses-proses kecepatan

5. Ekonomi

6. Humanitas.

Selama 6 tahun lebih berkutat soal tekim, baru setahun belakang ini aku menyadari bahwa tekim bukan hanya berkutat soal rumus2 perancangan proses dan alat beserta bahasa matematisnya yg rumit, tapi tekim justru sangat dekat dengan kehidupan manusia sehari2. Memang sih barang2 yg kita pakai sehari2,bahan bakar yang semakin langka maupun makanan yang banyak dijual di supermarket merupakan salah satu contoh bahwa ilmu tekim diaplikasikan dimana2, tapi tetap pikiranku selama ini terlalu sibuk memikirkan soal2 dibangku kuliah dengan rumus2nya yg bejibun.

Tadi siang saat kuliah analisis multi skala dengan pendekatan statistik pada problem2 teknik kimia, jadilah Mr. PRof WBS cerita soal fenomena yg terjadi  pada pembuatan kue bika ambon dan apem. Ternyata keduanya menerapkan teori2 dalam tekim yang selama ini g pernah aku sadari (taunya makan doang hihihi)…Kenapa sih pada kue apem terdapat rongga bulat2 didalamnya, sedangkan pada bika ambon rongganya berbentuk vertikal???? Ternyata pada apem terbentuk agregat-agregat yang mengakibatkan adonannya mengumpul menjadi bagian2 tertentu, sedangkan pada bika ambon gas2 yang berasal dari ragi mendapat kekuatan yang cukup untuk meloloskan diri ke atas adonan selama pematangan kue sehingga jalur2 yg terbentuk adalah jalur vertikal.. (kalo pengen lebih jelas bisa ngopy catatan kuliahku hihihi)

contoh hal sederhana lainnya adalah pada cat tembok. Dulu (skg masih ada juga sih) cat yg digunakan ditembok dapat menempel di baju kita saat kita bersandar di tembok. Hal itu bisa terjadi karena pada saat cat mengering, solventnya (pelarutnya) menguap, zat warna dalam cat dapat ikut menempel pada baju saat kita bersandar. Namun saat ini ditemukan teknoogi drying oil yang berasal dari minyak dengan ikatan tak jenuhnya banyak ,yang bisa menjadi lapisan tipis seperti plastik dan menghalangi zat warna dalam cat untuk menempel pada baju kita. Saat cat mengering, zat warna akan terperangkap dalam lapisan tipis drying oil sehingga mengahalanginya menempel dipakaian.

Setelah kupikir2 ternyata begitu banyak hal2 disekililingku yg menerapkan ilmu2 dalam TEKIM yang selama ini g pernah kubayangkan sebelumnya. Belum lagi kalo Mr.WBS dah mulai mengaitkan konsep2 termodinamikanya ataupun konsep dicrete dan kontinyu dalam matematis dengan alam semesta (tambah pusing lagi aku)….

AKu baru aja ngerti bahwa kalkulus yg selama ini kugunakan merupakan sebuah pendekatan kontinyu Sedangkan alam semesta ini sebenarnya merupakan sesuatu yg discrete. Liat aja pas kita mau membeli mangga 1 kg, belum tentu 2 buah mangga beratnya bisa 1 kilo. Kalo pengen beli mangga disupermarket biasanya kita ngambil misal 3 buah, bis itu ditimbang berat totalnya trus harganya dikalikan harga perkg (ini contoh sistem discrete). Lain halnya kalo kita pengen beli gula ato beras 1 kg, kita bisa membelinya dengan tepat sebanyak 1 kg (ni contoh sistem kontinyu). Tapi kalo kita ambil sistem yg lebih kecil lagi, misal punya timbangan yg sangat teliti trus kita pengen beli beras 0.1 gram, tentunya akan sangat sulit memperoleh beras dengan berat segitu (jadi kembali lagi seperti mangga tadi). So sistem kontinyu bisa diterpakan pada benda2 yang berukuran kecil dengan parameter ketelitian yg cukup rendah, namun pada dasarnya alam semesta ini adalah discrete…(pusing2 deyh…)

JAdi ngawur aku akhirnya, maklum dah mau MID term, jadi kepikiran materi kuliah dosen mulu…

Serumit apapun TEKIM, toh skg aku dah bisa menikmatinya. jadi lebih sadar kemaha BEsaran Allah dengan segala hal yang telah diciptakanNya,sebagian kecil bisa kupelajari dengan berbagai peristiwa2 teknik kimia yang simple tapi membingungkan…??????


9 Comments so far
Leave a comment

wahhh…setelah ku baca kok pusing ya???…klieng-klieng…mi tanya dong knp kok di negara dingin kelembaban udaranya rendah? dingin tapi ga berair alias bikin kulit atau apapun benda itu kering…pernah naroh roti di atas meja ga ditutupin apa2 eh bukane mlempem tapi kering…jadi kriuk…kriuk…kayak krupuk hehehehe…dah mo mid ya, belajar2…good luck^_^

Comment by peni

hohoho ana kimia 2 ngulang ampe berkali – kali gara2 dosennya dari tekim… huh !!! :-D

Comment by syamsu

Wah2 penjelasan mia tentang tekim buat aku kepikiran untuk diskusi banyak tentang industri pengolahan hasil pertanian, perkebunan n perikanan. Negara kita sebenarnya kaya akan sumber daya alam namun teknologi untuk pengelolaannya yang masih kurang. Dari yang saya amati khusunya dikampung saya, alumni teknik blum terlihat andilnya dalam pembangunan masyarakat mandiri. Mungkin dengan jasa orang2 tekim kita bisa buka lapangan kerja dengan munculnya industri2 pengolahan bahan pertanian n perikanan. Komentarnya terlalu serius yah….
He3 maklum panas2nya kampanye dikampung jadi ide2 ideal bermunculan.
Tapi saya seriusko itu, mudah2an pendidikan yang kita dapatkan saat ini bukan hanya sekedar formalitas n dampaknya bisa dirasakan oleh orang disekitar kita. amin

Comment by wawan

Kira – kira kalo teknik sipil bagaimana ya???

Comment by Andri Irawan

ngga ngerti, pusyingg..
ditempat saya bekerja, orang2 tekim pandai mengolah bahan2 kimia menjadi bom. ngeri ngeliatnya… hehehe

Comment by suwito

saya kini sadar betul, hal yg kita anggap ilmu sepele dibidang kita, tnyata bisa sangat kabur di bidang lain. pantes aja orang pd sok tau di bidang orang lain..

Comment by Hasan

Assalamualaikum..

Mbak mia salam kenal ya. Saya Annisa, padahal kita sekampus tapi kok gak kenal ya, hehehe, wajar mbak S2 aku masih studi S1 (angkatan 2006) :)

Gak sengaja ketemu blog mbak mia waktu lagi browsing buat cari2 chemeng-related article. Aku jadi terinspirasi sesuatu ni mbak. Boleh aku minta alamat email mbak mia??

Comment by Annisa Utami

waalaikumsalam wr.wbr..
dah kuemail dirimu dek..cek ajah

Comment by myblu3sky

numpang nanya nih aku rencananya juga mau masuk teknik kimia , pembagiannya apa aja yah ???

Comment by ayu




Leave a comment
Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>